Nama Latin: Phaseolus Vulgaris, Beans
Fungsi Utama: Baik untuk diet
Tanaman sayuran buncis merupakan tanaman asli Benua Amerika, yang termasuk tanaman berbentuk perdu. Secara garis besar, buncis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jenis yang merambat dan tidak merambat. Buah buncis berbentuk polong dengan panjang lebih kurang 10 - 12 cm lurus atau bengkok, dan berwarna hijau terang atau hijau keunguan. Di dalam buahnya terdapat biji-biji kecil yang berjajar rapi. Pada umumnya buncis dikonsumsi sebagai lalap atau direbus maupun sebagai sayuran. Buncis ini rasanya enak dan gurih sehingga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Buncis yang baik untuk dikonsumsi adalah buncis yang dipetik saat buah muda, segar dan tidak rusak.
Tinjauan Medis
Buncis mengandung serat yang tinggi, sangat baik untuk memperlancar pencernaan atau mencegah konstipasi, dan mengobati tukak lambung. Kandungan zat gizi pada buncis berupa vitamin B, vitamin C, betakaroten, dan asam folat. Disamping itu, beberapa mineral berupa kalsium, zat besi dan potasium terkandung didalamnya.
Buncis merupakan sumber protein yang baik, dan berdasarkan pengobatan tradisional China, jus buncis sangat bermanfaat memperkuat fungsi ginjal dan hati, serta membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kandungan enzim protease inhibitor pada buncis berfungsi mencegah kanker usus. Selain itu, kandungan ligninnya, jika diubah oleh bakteri di dalam usus besar akan menjadi senyawa yang dapat mencegah kanker usus besar. Jus buncis bisa memberikan manfaat yang maksimal jika kita meminumnya secara rutin.
Kandungan Gizi dan Fitonutrien
Pada sayuran buncis terdapat 6,50 mg kalsium, 4,40 mg fosfor, 1,30 mg zat besi, 0,70 mg niasin, 630 UI vitamin A, 0,08 mg vitamin B1, 0,10 mg vitamin B2, 19 mg vitamin C serta karotenoid, enzim protease inhibitor, gum guar dan pektin, serta serat.
Manfaat Lainnya
1. Menurunkan kadar kolesterol darah;
2. Menurunkan tekanan darah;
3. Pembentuk otot;
4. Mengobati tukak lambung;
5. Mencegah hemoroid dan masalah pencernaan;
6. Mencegah kanker usus besar dan kanker payudara;
7. Mengontrol insulin dan gula darah;
8. Memperlancar saluran pencernaan;
9. Mencegah konstipasi.






