Gaya hidup dan rutinitas masyarakat perkotaan dewasa ini tentu saja sering menimbulkan berbagai macam masalah dalam kesehatan. Pepatah mengatakan di dalam tubuh yang sehat makan akan terdapat pribadi yang kuat juga. Sehat adalah dambaan setiap orang, karena tanpa kesehatan, harta kekayaan tidak ada nilainya, kehidupan menjadi seperti sapi ompong yang tidak bisa mengunyah makanan lezat di depan mata.
Pola makan yang serba cepat dan instan tentu menjadi dampak negatif bagi kesehatan.
Makanan instan telah diketahui mengandung bahan pengawet, pewarna, pemberi rasa tingkat tinggi, tinggi lemak, protein, gula dan garam, tetapi sangat kurang serat. Pola makan yang demikian dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, stroke, obesitas dan kanker. Cara bijak agar terhindar dari berbagai macam penyakit tersebut adalah dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan menyiapkan makanan yang dimasak sendiri di rumah. Selain bahan-bahanya bisa kita pilih sendiri, tentu saja kondisinya masih segar.
Banyak orang yang menghabiskan uangnya untuk menyembuhkan diri dari penyakit yang dideritanya. Padahal banyak yang tidak mengetahui bahwa sejatinya obat alami penyembuh penyakit ada di makanan yang sehat. Buah dan sayuran dapat mendetoksifikasi/menghilangkan racun-racun yang terserap dalam tubuh melalui radikal bebas pembawa zat karsinogen, penyebab kanker dan penyakit lainnya.
Di jaman yang serba modern ini, tidak jarang dari kita ikut dalam sindrom modernitas. Dimana kita akan dianggap tidak gaul atau ketinggalan jaman apabila tidak mengikuti lifestyle. Dalam hal ini bukan hanya soal mode atau cara berpakaian, namun bisa juga pola makan. Seseorang dianggap keren bila sudah mencoba makan pizza rasa ini dan itu, atau sudah pernah makan steak di restaurant A atau B.
Nah, mari kita back to nature, yaitu hidup dengan pola konsumsi makanan dari buah dan sayuran segar untuk kesehatan tubuh.
Apakah Anda malu untuk back to nature karena dianggap tidak mengikuti tren atau lifestyle??
Jawabannya ada pada diri Anda sendiri, mau hidup sehat alami dengan back to nature?? atau sebaliknya??
Karena kesehatan begitu mahal dan tidak ternilai harganya. Bahkan setiap mililiter oksigen yang kita hirup sangatlah berharga dan tidak terbeli dibandingkan dengan mobil mewah maupun pesawat jet pribadi.
Mari kita tengok ke sekeliling kita juga, apa saja sampah atau racun yang dapat menyebabkan penyakit. Racun-racun itu bisa kita sebut sebagai racun peradaban posmodernitas. Gaya hidup manusia modern yang justru mempercepat kematian.
Yuk, mari kita renungkan untuk memaknai modern-lifesytle yang tidak menguntungkan kesehatan seperti:
Merokok
Saat ini merokok bukan hanya dinikmati oleh orang dewasa. Meskipun salah, bahkan anak-anak kecil bisa dengan mudah menghisap rokok. Saya menjumpai beberapa kali pelajar SD dan SMP sudah dengan leluasa menghisap rokok.
Untuk diketahui bahwa pecandu rokok membutuhkan konsumsi Vitamin C lebih banyak daripada orang yang tidak merokok. Vitamin C yang terdapat pada makanan bukan nabati yang dikonsumsi perokok akan teroksidasi dengan cepat, apalagi bila si perokok sangat kurang mengkonsumsi buah dan sayuran, maka dapat dipastikan akan lebih cepat lagi teroksidasi.
Seperti kita ketahui bahwa Vitamin C sangat penting dalam fungsi kekebalan tubuh, sedangkan rokok hanya berfungsi menggerus daya guna Vitamin C dalam tubuh. Jadi akan lebih sehat dan bijaksana apabila kegiatan merokok dihentikan.
Minuman Keras/Miras
Seperti halnya merokok, mengkonsumsi miras juga akan mengakibatkan seseorang kecandun alias susah untuk berhenti. Meminum alkohol dalam jumlah yang banyak seperti diketahui dapat merusak fungsi hati dan pankreas. Padahal kedua organ itu sangat penting untuk pencernaan dan proses metabolisme tubuh.
Alkohol juga dapat merusak saluran usus dan mempengaruhi penyerapan zat-zat gizi, seperti vitamin B kompleks, Vitamin A dan Vitamin C serta dapat mengakibatkan kurang gizi. Oleh karena itu sepantasnya miras bukan untuk dikonsumsi bagi orang yang menyayangi tubuh dan kesehatannya.
Makanan Instan
Mengkonsumsi makanan instan seperti mie instan maupun produk daging olahan yang terlalu sering (setiap hari) tentu saja sangat tidak dianjurkan. Selain mengandung bahan pengawet dan pewarna, makanan tersebut tidaklah sehat karena kurang serat seperti yang terkandung di dalam sayuran. Apalagi setelah melalui proses produksi yang panjang dan penyimpanan yang lama, maka nilai gizi dari makanan instant sangatlah kurang bila dibandingkan dengan resep makanan olahan rumah. Pola makan demikian dapat mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi stroke dll. Seperti kita lihat di kehidupan nyata bahwa penyakit-penyakit tersebut dapat dijumpai dalam kehidupan modern yang sudah tidak mengindahkan pola makan sehat.
Stres
Stres dapat menyebabkan peningkatan akan kebutuhan Vitamin B kompleks dan Vitamin C. Selain itu polusi udara dapat meningkatkan stress, setidaknya menyumbang peran terhadap peningkatan kebutuhan terhadap Vitamin E. Gaya hidup manusia modern apabila tidak bisa ditoleransi maka bisa menyebabkan tidak saja sakit secara fisik tapi juga mental.
Proses Masak Yang Terlalu Lama
Tahukah Anda bila sayuran atau daging yang dimasak terlalu lama dapat menyebabkan oksidasi serta merusak vitamin yang terkandung di dalamnya?? Hal itu terjadi karena ada beberapa zat gizi seperti vitamin yang tidak dapat bertahan pada suhu tinggi.
Cara memasak makanan yang benar adalah tidak terlalu lama. Mengukus makanan dianjurkan tidak terlalu lama, karena makanan yang sebetulnya kaya akan kandungan gizi dan protein, tetapi karena cara memasak yang terlalu lama akan mengurangi bahkan menghilankan sama sekali zat yang terkandung di dalamnya.
Kurang Sinar Matahari
Seperti yang kita ketahui bahwa sinar matahari sangat berperan penting dalam pembentukan Vitamin D dalam tubuh terutama di bagian kulit. Orang yang kekurangan Vitamin D akan mengalami kerapuhan tulang karena kekurangan kalsium. Kebanyakan orang berangkat kerja dari sejak sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Hal itu berakibat pada kurangnya Vitamin D yang didapat dari sinar matahari pagi. Selain itu orang yang kurang Vitamin D akan mudah terkena radang sendi dan gampang terkena alergi.
Pengalaman penulis saat terkena alergi udara selama 1 minggu, hanya dengan berjemur setiap pagi antara jam 7-8 pagi maka alergi yang muncul di kulit akan hilang dengan sendirinya.
Penyimpanan Makanan
Makanan yang disimpan di lemari pendingin/kulkas dapat mengurangi vitamin E yang terkandung di dalamnya. Memenag benar makanan yang dimasukkan dalam kulkas atau alat pendingin lainnya dapat menambah ketahan makanan, namun penyimpanan yang terlalu lama akan mengurangi bahkan melenyapkan nilai gizinya.







0 comments:
Posting Komentar